Selasa, 31 Agustus 2021

Seputar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah


Assalamu'alaikum sahabat pembaca sehat dimanapun kalian berada, nah kali ini sesuai dengan judul dari artikel yaitu pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan luar sekolah.

Nah, sebelum itu kita perlu mengetahui terlebih dahulu apasih itu TIK dan seperti apa TIK tersebut.






Teknologi Informasi dan Komunikasi atau biasa disingkat dengan TIK ini adalah ilmu dari segala kegiatan yang terkait dengan pemprosesan, pengelolaan dan penyampaian atau pemindahan informasi antar sarana/media.

Dewasa ini penggunaan TIK dalam dunia pendidikan sangatlah penting apalagi di era globalisasi yang serba modren ini ditambah lagi dengan penerapan belajar dirumah secara daring yang membuat penerapan dan penggunaan TIK menjadi kebutuhan setiap orang. Seperti yang sudah diketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membawa banyak manfaat di berbagai bidang. TIK juga sangat berperan dalam bidang pendidikan termasuk pendidikan luar sekolah.


A. Tinjauan Pendidikan Luar Sekolah ( PLS )

Pendidikan Luar Sekolah ( PLS ) merupakan jenis pendidikan yang tidak selalu terkait dengan jenjang dan struktur persekolahan , namun dapat berkesinambungan. Pendidikan Luar Sekolah menyediakan program pendidikan yang memungkinkan terjadinya perkembangan peserta didik dalam bidang sosial, keagamaan, budaya, keterampilan dan keahlian.Melalui Pendidikan Luar Sekolah ( PLS) setiap warga negara dapat memperluas wawasan pemikiran dan peningkatan kualitas pribadi dengan menerapkan landasan belajar seumur hidup. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mencakup :
1. Pendidikan keterampilan
2. Pendidikan perluasan wawasan
3. Pendidikan keluarga 
 
B. TIK sebagai infrastruktur pembelajaran

Penggunaan TIK sebagai salah satu komponen pembelajaran akan meningkatkan kualitas pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran jadi bisa dilaksanakan di mana saja dan kapan saja, serta tidak terkendala lagi oleh keadaan di mana peserta didik, pengajar dan bahan ajar terpisah secara geografis.

C. TIK sebagai sumber pembelajaran

Pemanfaatan TIK sebagai suatu sumber bahan belajar akan menjamin tersedianya materi-materi pembelajaran yang selalu terperbaharui dan selalu tersedia untuk diakses setiap saat. Selain itu materi-materi pembelajaran pun akan lebih mudah untuk diperbaharui menyesuaikan dengan cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan yang terjadi.

Contoh : warga belajar yang sedang belajar tentang life skill otomotif  misalnya dapat mencari bahan pembelajaran atau materi pembelajaran lewat internet dll

D. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran

Melalui pemanfaatan TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran, suatu materi pembelajaran akan tersampaikan dengan lebih baik dengan mempertimbangkan konteks dunia nyatanya. Ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan akan tersampaikan dengan lebih riil sehingga penyerapan bahan ajar pun terjadi denganlebih cepat. Melalui pemanfaatan TIK juga interaksi antar peserta didik akan lebih tinggi sehingga akuisisi ilmu pengetahuan di antara mereka akan berlangsung dengan lebih baik, baik secara kualitas maupun kuantitas. Selain itu, peserta didik akan menjadi mampu melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.

Contohnya : penggunaan infokus dalam media pembelajaran 

 E. TIK sebagai pendukung  manajemen  pembelajaran

Pemanfaatan TIK dalam mendukung manajemen pembelajaran dapat dipergunakan untuk membantu mengelola dan mengolah data-data pendidikan dan pembelajaran sehingga menghasilkan suatu lembaga pendidikan yang berkualitasyang mampu menyediakan data pendidikan yang akurat, mudah dipergunakan, serta dapat diperoleh dengan tepat waktu.

Contoh : memanfaatkan komputer dalam memanajemen arsip-arsip pengelolaan PLS

F. TIK sebagai sistem pendukung  keputusan.

Ketersediaan data-data pendidikan yang akurat dapat digunakan oleh para pembuat keputusan dan pemegang kewenangan untuk membuat keputusan yang tepat bagi sistem pendidikan yang berlangsung. Sistem kerja TIK yang membuat suatu data bisa selalu diperbaharui dan tersedia setiap saat akan memberikan jaminan terhadap ketersediaan data-data yang valid dan reliabel guna terciptanya keputusan dankebijakan yang menguntungkan suatu pihak.


Nah bagaimana sahabat pembaca sehat, udah tau kan bagaimana pemanfaatan TIK dalam pendidikan luar sekolah.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh, sampai jumpa di artikel edisi selanjutnya :)



sumber : 




Dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah TIK pls

Nama : Aulia Syafira

Nim : 19005004




Senin, 23 Agustus 2021

Mengenal Sejarah Lahir dan Berkembangnya TIK didunia


Sejarah Lahir dan Berkembangnya TIK
(teknologi informasi dan komunikasi)


Assalamu'alaikum sahabat pembaca sehat dimanapun kalian berada, nah kali ini sesuai dengan judul dari artikel ini yaitu tentang bagaimana sih sejarah lahir dan berkembangnya TIK sebelum berkembang pesat seperti saat sekarang ini.

Nah, sebelum itu kita perlu mengetahui apasih itu TIK dan seperti apa TIK tersebut.







Teknologi Informasi dan Komunikasi atau biasa disingkat dengan TIK ini adalah ilmu dari segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, pengelolaan dan penyampaian atau pemindahan informasi antar sarana/media.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami kemajuan yang sangat pesat, hal tersebut dikarena oleh kuatnya era globalisasi, di mana komputer dan internet dengan sifatnya yang dinamis merupakan fasilitas yang telah mendominasi berbagai aktivitas kehidupan, sehingga aktivitas pendidikan, perkantoran, komersial dan industri secara mutlak memerlukan ketersediaan fasilitas tersebut. Karakteristik masyarakat itu dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan, artinya komunitas yang menguasai pengetahuan, berpeluang untuk memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam kehidupannya.

Berikut ini adalah sedikit rangkuman tentang bagaimana sejarah dari lahir dan berkembangnya TIK didunia :

Perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan amerika bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.

Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat yang kemudian diikuti oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an.

Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang.

Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai sekarang.

Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.

Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri.

Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

Nah bagaimana sahabat pembaca sehat, udah tau kan bagaimana awal mula lahir dan berkembangnya TIK didunia.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

wassalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh, sampai jumpa di artikel edisi selanjutnya :)


Sumber :

https://media.neliti.com/media/publications/121936-ID-analisis-pelaksanaan-uji-online-pada-kom.pdf

https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_informasi_komunikasi

https://www.sma-ypunila.sch.id/artikel-1055-sejarah-perkembangan-teknologi-informasi-dan-komunikasi.html


Dibuat untuk memenuhi tugas dari mata kuliah TIK pls

Nama : Aulia Syafira

Nim : 19005004

Kamis, 10 Desember 2020

Pengertian, fungsi, sejarah dan teknik lipatan leaflet

Hallo pembaca sehat taukah kalian apasih itu LEAFLET???

nah, leaflet sendiri adalah suatu alat promosi atau pemasaran yang dicetak pada selembar kertas, yang umumnya mengunakan art paper atau art carton, dan memiliki dua atau lebih lipatan. Di dalam leaflet sendiri biasanya berisikan informasi singkat mengenai suatu program, usaha, atau kegiatan yang dilakukan oleh seorang pemilik atau badan usaha, terkait dengan produk, jasa, atau acara yang mereka tawarkan.

Umumnya dalam mempromosikan suatu usaha, leaflet akan berisikan informasi spesifik atas satu jenis produk atau jasa diantara beberapa produk atau jasa yang anda tawarkan, meskipun banyak juga yang memanfaatkan leaflet untuk memperkenalkan keseluruhan produk atau layanan dari suatu usaha tersebut.


Bentuk dan Ukuran Leaflet

Bentuk paling umum dari leaflet adalah adanya lipatan pada selembar kertas tersebut, yang dilipat menggunakan teknik rel sehingga kertas tidak retak dan pecah pada bagian lipatannya (yang biasa terjadi apabila kita lipat secara manual).


Jumlah Lipatan pada Leaflet

Jumlah lipatan yang ada pada suatu leaflet sangat beragam, namun yang paling umum adalah menggunakan lipat dua (half-fold atau single fold) atau lipat tiga (tri-fold), meskipun ini kembali lagi pada kreatifitas masing-masing.

   Beberapa teknik lipat leaflet tersebut adalah sebagai berikut:

1. Half fold/Single fold/Lipat dua, di mana kertas akan dilipat dua dengan masing-masing area memiliki luas yang sama alias proporsional

2. Trifold, di mana leaflet akan dilipat menjadi tiga bagian dengan luas yang sama pada masing-masingnya,

3. Window fold / Gate fold, di mana leaflet akan dilipat tiga, dengan luas yang sama rata pada bagian paling kanan dan kiri, namun agak besar di bagian tengah, sehingga saat dilipat akan hanya terlihat bagian tengah tersebut saja,

4. Lipat empat, di mana leaflet akan dibagi menjadi empat bagian sama rata.


Jumlah lipatan pada leaflet ini tentunya bisa anda pilih mana yang paling tepat, dan biasanya akan disesuaikan dengan beberapa hal, seperti:

1.Tujuan leaflet, apakah hanya sebagai perkenalan atas usaha/brand/acara, atau mempromosikan suatu produk atau jasa, atau bisa juga sebagai spesifikasi rinci dari suatu produk dan jasa.

2. Kepadatan materi, terutama materi tulisan, akan menentukan bagaimana sebaiknya suatu leaflet di desain,

3. Konsep desain yang diinginkan juga sangat menentukan berapa banyak lipatan pada leaflet yang akan anda gunakan.


Ukuran Kertas pada Leaflet

Ukuran leaflet sebelum dilipat biasanya menggunakan ukuran A4 standard, yaitu 21×29,7cm, namun apabila anda menginginkan leaflet dengan teknik lipat empat maka disarankan untuk menggunakan ukuran kertas yang lebih panjang dari A4, namun lebarnya sama.

Untuk mendapatkan ukuran yang dimaksud terakhir tersebut biasanya anda harus meminta kepada tempat anda membeli kertas yang akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan flyer tersebut.

Tentunya ukuran di atas bukanlah menjadi patokan mutlak karena anda bebas berkreasi sesuai keinginan anda, akan tetapi ukuran A4 tersebut merupakan ukuran yang dapat dibagi habis pada kertas A3 sehingga akan mengoptimalkan anggaran untuk percetakan.


Sejarah Leaflet

Sejarah leaflet adalah salah satu sejarah tertua di bidang percetakan, yaitu berawal dari tahun 1439 ketika ditemukannya mesin cetak pertama kali oleh Johannes Gutenberg, seorang pandai besi berkebangsaan Jerman.Penggunaan selebaran seperti flyer atau brosur pun semakin meluas, terutama pada kala itu digunakan untuk menyebarkan propaganda ataupun informasi sosial, politik, dan juga terkait dengan keagamaan.Bahkan peran leaflet ini sangat penting pada saat terjadinya semua perang di dunia, revolusi, ataupun gerakan-gerakan kemanusiaan dan yang lainnya di mana akan banyak sekali beredar leaflet propaganda dari berbagai pihak di saat perang berlangsung.

Penggunaan leaflet sebagai media promosi untuk suatu usaha baru mulai populer di sekitar tahun 1950-an (meskipun sebelumnya juga sudah dilakukan), terutama dikarenakan mesin percetakan sudah bisa mencetak warna dan tidak hanya hitam putih saja.Selanjutnya adalah seperti yang kita lihat seperti sekarang ini, di mana leaflet mulai hadir dengan beragam bentuk dan ukuran, serta menjadi salah satu alat pemasaran yang penting bagi suatu usaha dalam mempromosikan produk atau jasa mereka.


Fungsi dan Kegunaan Leaflet

Namun sesungguhnya, fungsi leaflet tidak hanya sebagai alat promosi saja, melainkan memiliki beberapa manfaat lainnya yang tidak kalah penting, yang akan kami jelaskan lebih lengkapnya berikut ini:

1. Sebagai Alat Promosi

Fungsi utama leaflet adalah sebagai alat untuk mempromosikan suatu bisnis, produk, jasa, dan juga suatu kegiatan atau acara yang akan diselenggarakan, kepada target konsumen atau pengunjung di suatu area.

Dengan menyebarkan leaflet, maka anda akan dapat memperkenalkan usaha, bisnis, atau kegiatan yang akan anda lakukan kepada target konsumen sehingga mereka akan lebih menyadari keberadaan dari usaha atau kegiatan milik anda tersebut.

2. Sebagai penyebar informasi

Selain berguna untuk kegiatan promosi, fungsi lain dari leaflet adalah sebagai alat untuk menyebarkan informasi akan suatu gerakan, bisnis atau usaha, acara, dan lain sebagainya sehingga informasi dapat diketahui oleh banyak orang.

Informasi-informasi yang umum tercantum di dalam leaflet adalah sebagai berikut:

a. Nama/merk usaha atau nama kegiatan

b. Produk atau layanan yang ditawarkan beserta penjelasan singkat

c. Keunggulan dari produk atau jasa yang ditawarkan

d. Cara pemesanan

e. Nomor kontak yang bisa dihubungi

3. Sebagai profil singkat dari suatu usaha

Selain melalui Company Profile yang lebih jelas, rinci, dan lebih besar serta tebal ukurannya, leaflet juga dapat diisi dengan profil singkat dari suatu usaha yang dicetak dalam bentuk yang lebih ringkas sehingga mudah dibawa oleh target konsumen.

Dengan begitu, calon konsumen akan dapat dengan mudah menghubungi anda sewaktu-waktu pada saat dibutuhkan, terutama apabila leaflet anda disimpan oleh mereka.

4. Sebagai identitas perusahaan atau merk

Desain pada leaflet juga menentukan, terutama dalam hal memperkenalkan ciri khas atau identitas dari suatu perusahaan (Corporate Identity), dan atau suatu merk / brand, misalnya dengan menggunakan warna-warna atau ornamen yang senada dengan alat promosi lainnya yang dimiliki.

Dengan memperhatikan konsistensi desain pada masing-masing alat promosi, termasuk leaflet, maka target konsumen akan dapat dengan mudah mengenali brand/nama usaha anda ataupun nama acara/kegiatan yang akan diselenggarakan.

5. Sebagai alat promosi yang minim anggaran

Leaflet adalah salah satu alat pemasaran yang bisa dibilang paling minim anggarannya, sama seperti brosur dan flyer, terutama apabila dibandingkan dengan kegiatan pemasaran lainnya seperti memasang iklan di media massa atau di media digital.

Setelah anda lebih memahami tentang kelima fungsi dan kegunaan leaflet tersebut, maka selanjutnya adalah apakah menggunakan leaflet merupakan strategi yang tepat untuk bisnis atau usaha anda.


Kelebihan dan Kekurangan Leaflet

Tentunya leaflet memiliki beberapa keunggulan atau kelebihan dibandingkan alat promosi lainnya, meskipun juga memiliki beberapa kekurangan. Lebih lengkapnya akan kami berikan penjelasannya berikut ini:

a. Kelebihan Leaflet

Beberapa kelebihan leaflet dibandingkan alat pemasaran lain adalah sebagai berikut:

Bentuk dan ukuran leaflet sangatlah ringkas sehingga mudah dibagikan dan mudah pula dibawa oleh calon konsumen,

Leaflet juga terkenal awet dan tahan lama, serta cukup tebal sehingga meningkatkan peluang untuk terus disimpan oleh calon konsumen dikarenakan mereka merasa sayang untuk membuangnya,

Informasi lebih jelas dan rinci, tetapi tidak terlalu lengkap layaknya Company Profile dan tidak terlalu singkat layaknya flyer sehingga calon konsumen bisa lebih mengetahui lebih banyak mengenai produk, jasa, acara, atau usaha yang tercantum pada leaflet,

Apabila desainnya unik dan menarik juga akan meningkatkan peluang untuk disimpan oleh calon pelanggan,

Biaya produksi leaflet lebih murah dibandingkan alat promosi lainnya seperti pemasangan iklan atau cetak company profile.

Dapat memfokuskan penyebaran pada satu area tertentu guna mengoptimalkan penargetan calon konsumen.

Mudah dibawa dan juga mudah untuk dibaca oleh target konsumen.

b. Kelemahan Leaflet

Selain kelebihan-kelebihan yang ada pada leaflet tersebut, beberapa kelemahan yang ada pada leaflet adalah sebagai berikut:

Sangat tergantung pada desain, terutama dalam hal pemilihan warna dan ukuran tulisan, layout, dan juga tingkat kepadatan informasi yang ada di dalamnya, di mana hal-hal tersebut akan menentukan dibaca atau tidaknya leaflet tersebut,

Tidak terlalu efektif dan efisien apabila menargetkan calon konsumen pada area yang terlalu luas,

Berkontribusi meningkatkan limbah kertas terutama apabila desainnya kurang menarik dan disebar ke area yang terlalu luas, karena banyak yang akan dibuang begitu saja,

Meskipun biaya produksi lebih murah dibandingkan beberapa alat promosi, tetapi akan lebih mahal dibandingkan promosi yang dilakukan via media sosial seperti Facebook dan Instagram,

Berbagai kelebihan dan kekurangan yang kami sebutkan di atas bukanlah hal yang mutlak dikarenakan masih ada beberapa faktor penentu keberhasilan promosi menggunakan leaflet, mulai dari jenis produk/jasa yang ditawarkan hingga tren dan desain leaflet itu sendiri.


Semoga informasi yang telah disampaikan bermanfaat :)


Seputar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pendidikan Luar Sekolah Assalamu'alaikum sahabat pembaca sehat dimanapun kali...